PELATIHAN PEMBUKUAN SEDERHANA UNTUK UKM DAN ATAU PEDAGANG DI

06 Agustus 2013

PELATIHAN PEMBUKUAN SEDERHANA UNTUK UKM DAN ATAU PEDAGANG DILINGKUNGAN SEKITAR KAMPUS STIE & STMIK JAYAKARTA

  • Hari / Tanggal             : Sabtu / 03 November 2013
  • Jam                                : 13.00 – selesai
  • Nara Sumber               : Bpk. Rudy H. Saragih, SE, Ak, MM (Kajur Akuntansi Stie Jayakarta)
  • Tempat                         : Ruang 204 STIE/STMIK JAYAKARTA
  • Seminar ini tidak dipungut biaya (gratis)
  • Pembukuan Sederhana untuk UKM:

Pembukuan sederhana adalah kegiatan pencatatan keuangan yang terjadi didalam bisnis atau usaha yang sedang kita jalankan. Pembukuan ini sangat penting untuk dilakukan sebagai evaluasi kita untuk melihat perkembangan usaha dan mengetahui keuntungan atau kerugian yang akan kita dapatkan dari usaha yang kita jalankan tersebut. Pembukuan juga dapat dikatakan sebagai kompas atau petunjuk arah bagi kita dalam menjalankan bisnis kita.

Sebagai pelaku Usaha Kecil Menengah, kita diwajibkan untuk mengetahui dan melaksanakan pembukuan sederhana ini. Tidak diperlukan pendidikan khusus dalam hal ini, karena pembukuan sederhana ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan bisa dengan mudah dipelajari. Rata-rata pendidikan di Indonesia saat ini sudah mengajarkan pembukuan sederhana sejak dibangku sekolah menengah, sehingga bagi kita, hal ini pastilah bisa kita lakukan dan kita pelajari.

Alasan mengapa pembukuan ini penting untuk dilakukan adalah:

  1. Menegtahui arus kas masuk uang yang ada di dalam bisnis atau usaha yang sedang kita jalankan.
  2. Mengetahui posisi modal yang terpakai dan modal yang telah kembali. Jangan sampai, karena tidak ada pencatatan pembukuan, modal yang seharusnya kembali malah hilang begitu saja tanpa kita ketahui dibagian mana uang modal tersebut terpakai.
  3. Mencegah tercampurnya, pengeluaran (keuangan) pribadi dan keuangan usaha. Para pelaku usaha, jika ingin melakukan pengembangan usaha yang lebih baik haruslah benar-benar memperhatikan hal ini karena pencampuran keuangan pribadi dan keuangan bisnis akan mengakibatkan arus kas dan arus uang yang beredar didalam bisnis yang sedang dijalankan menjadi kacau balau.
  4. Yang harus diingat adalah banyaknya sekali usaha kecil yang mengalami kebangkrutan dan terpaksa menutup usahanya karena tidak adanya pencatatan keuangan atau pembukuan ini.
  5. Dengan pencatatan dan pembukuan sederhana yang akan kita lakukan maka kita bisa menganalisa dan mengambil tindakan yang perlu dilakukan dari hasil analisa keuangan yang telah kita lakukan.

Bagian-Bagian di dalam Pembukuan Sederhana

  1. Neraca

Didalam neraca ini kita melakukan pencatatan terhadap asset bisnis yang kita miliki seperti berapa modal yang telah kita tanamkan untuk menjalankan bisnis ini, berapa kewajiban yang harus kita bayarkan dan berapa harta yang termasuk piutang yang kita miliki. Biasanya pembuatan neraca keuangan ini, dilakukan setahun sekali dan dicatatkan setiap akhir tahun pembukuan, misalnya tanggal 31 Desember.

2. Laporan Rugi Laba

Di dalam laporan rugi laba, yang harus kita catat adalah berbagai informasi tentang aktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan di dalam bisnis yang kita jalankan seperti berapa besar hasil dari penjualan yang telah kita lakukan dan seberapa besar beban dan biaya yang harus kita lakukan. Dari hasil penjualan kotor  yang dikurangi dengan beban dan biaya yang harus dikeluarkan itulah maka kiat akan mengetahui apakah bisnis yang kita jalankan ini mendapatkan laba atau keuntungan atau malah mengalami kerugian.

3. Laporan Arus Kas

Di dalam laporan arus kas, kita melakukan pencatatan sejulah pengeluaran dan penerimaan kas yang terjadi didalam bisnis kita termasuk bukti sumber-sumbernya. Contohnya adalah jika kita melakukan pembelian bahan baku maka kita harus melakukan pencatatan berapa jumlah uang yang harus kita lakukan untuk melakukan pembelian tersebut dan kita mencatat pula dimana kita melakuakn pembelian bahan baku itu. Bukti pengeluaran atau penerimaan kas seperti faktur, nota atau bon harus disimpan untuk melengkapi laporan arus kas ini.

Hal_Hal yang Perlu Diperhatikan

Pendapatan atau pemasukan yang diakui dan wajib dicatat didalam pembukuan sederhana ini adalah ketika uang telah diterima, atau ketika beban dan biaya telah benar-benar terbayarkan. Jika belum terjadi penerimaan atau pembayaran, maka kegiatan ini tidak dicatat didalam pembukuan.

Pencatatan yang dilakukan didalam pembukuan sederhana ini harus dipisahkan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi. Hal ini bertujuan agar memudahkan kita untuk menganalisa hasil usaha dan melihat perkembangan usaha kita secara lebih terperinci berdasarkan data-data dan fakta yang ada. Pencampuran keuangan membuat kita tidak bisa dengan pasti menentukan apakah usaha yang kita jalankan ini benar-benar menghasilkan keuntungan atau sebenarnya dalam kondisi rugi namun sering kali tertutup dengan pemasukan yang berasal dari keuangan pribadi.

Pencatatan yang kita lakukan didalam pembukuan sederhana haruslah berdasarkan bukti-bukti seperti kuitansi dan tagihan dari supplier, nota pembelian bahan baku, faktur-faktur penjualan dan bukti lainnya. Jika terjadi pengeluaran yang tidak dimiliki bukti yang kongkret maka pengeluaran tersebut tidak diakui dan tidak akan dicatat didalam pembukuan.

Seluruh transaksi yang terjadi didalam menjalankan usaha haruslah dicatat dengan jelas. Transaksi adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan kondisi uasha secara keseluruhan dimana kegiatan tersebut mengubah, baik menambah maupun mengurangi, kewajiban usaha, modal pemilik serta aset usaha yang dimiliki. Didalam pencatatan transaksi ini juga disebutkan (dicatatkan) biaya-biaya yang harus dikeluarkan serta pendapatan yang diperoleh dalam satu periode tertentu.

Tahapan Pencatatan Transaksi Yang Harus Diketahui

Transaksi yang dilakukan

Transaksi yang terjadi

Mempersiapkan dokumen berdasarkan transaksi yang terjadi

Melakukan pencatatan di jurnal keuangan

Memindahkan seluruh pencatatan pembukuan yang telah dilakukan di jurnal ke buku besar.

 

Rudy H. Saragih

Stie Jayakarta